Quote

Superman Sadar Kalau Dia Keliru Pakai Celana Dalam

Alhamdulillah, setelah puluhan tahun, akhirnya Superman sadar akan kekeliruannya selama ini, yaitu pakai celana dalam di luar.

Ngomong-ngomong, saya jadi penasaran, siapa ya yang menasehati Superman? Supaya kalau memakai celana dalam itu di dalam, bukan di luar.

Tapi sob, dalam kehidupan ini, kadang kita menemukan tipikal Superman, dipuja dan dieluk-eluk secara berlebihan, sudah tidak objektif lagi. Bahkan kekeliruan posisi celana dalamnya yang jadi bahan lelucon sebagian orang pun tetap dibela.

Superman oh Superman. Superman hanya kuat dan hebat di TV dan komik, aksinya di layar kaca dan kertas begitu memukau penggemarnya, kehidupan nyata pemainnya? Belum tentu sebenarnya.

Dan sobat sekalian, sepertinya memang akan membutuhkan waktu lama untuk menasehati manusia tipikal Superman atas kekeliruannya selama ini, semoga tidak.

Semoga Superman-superman di luar sana cepat sadar, aamiin

Pengorbanan Yang Mematikan…..

21 Juli 2012. Tulisan ini akan di schedule 3 Minggu dari hari ini 2 Agustus 2012.
Andai kau tau betapa besar pengorbanan ini karena yang ku korbankan adalah hati ku dan hati  orang demi melindungi senyum kecil dari seorang manusia yang belum tersentuh dosa yang sangat ku sayangi dan tak bisa kuungkapkan rasa sayang ku ke dia karena dia belum paham apa itu rasa sayang. Maka niscaya kamu tidak akan pernah berhenti mengucapkan terima kasih. Tapi jika sebaliknya yang engkau lihat adalah sebuah kesalahan yang telah saya perbuat, maka niscaya engkau mengira ini adalah permainan yang telah lama kumainkan.

Jika tulisan ini sudah di publish artinya kabar buruk dan kabar baik akan segera kamu dapatkan. Namun jika kabar baik yang akan aku sampaikan telah lebih dulu dinodai dengan perkara pengorbanan yang saya paparkan diatas, maka semuanya berakhir dengan sia-sia. Karena sesungguhnya dalam waktu yang singkat saya akan menentukan sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk dengan berpedoman pada kehendak tuhan.

Jika pengorbananku telah lebih dahulu menghampirimu kemudian kamu melihatnya sebagai sesuatu yang tidak baik. Maka sekali lagi semuanya berakhir dengan sia-sia. Tapi jika kamu ingin membuka sedikit ruang untuk mendengar kabar baik tersebut maka endingnya sungguh menyenangkan.

Bukan Hanya Aku Yang Menolak Rezeki Itu

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya dengan judul “Menolak rezeki yang datang cuma sekali“. Ya ternyata memang bukan hanya saya yang menolak rezeki tawaran S2 dari kampus tempat saya menyelesaikan S1 tersebut.
Seorang kakak tingkat sekaligus seorang teman, sekarang dia mengabdi dikampus untuk menjadi staff kampus sekaligus menjadi dosen. Sungguh aneh, teman saya ini sedang menjadi dosen dan ditawari untuk melanjutkan pendidikan ke S2 dari kampus, bahkan akan menerima gaji setiap bulannya untuk mencukupi biaya hidupnya selama kuliah, namun sapa nyana ternyata dia sama halnya dengan saya, menolak tawaran tersebut. Namun entah apa alasan dia menolak, saya tidak paham. Saya sempatkan bertanya “Kenapa tidak mengambil beasiswa itu?”dia pun menjawab dengan sigap “Tidak tahun ini, mungkin tahun depan”.
Well, dia sebenarnya sudah lumayan berumur jika dibandingkan dengan saya. Sekali lagi, ini, membuka mata saya bahwa tidak semua orang berpikiran sama, kendati hal tersebut adalah sesuatu yang sekiranya berpihak ke kita, namun keberpihakan tersebut tidak kita inginkan pada saat itu.

Menolak Rezeki Yang Datang Cuma Sekali

Pagi itu, dikampus sedikit gaduh. Dosen-dosen hendak bersiap-siap untuk memulai rapat mingguan yang biasa digelar saban hari Sabtu. Sebagai mahasiswa semester akhir (7), dan sudah menyelesaikan Skripsi sampai ke tahap sidang dan sudah dinyatakan lulus, maka sudah sewajarnya untuk mengurus keperluan administrasi.


Disela-sela kegaduhan tersebut, seorang ketua jurusan dari program Teknik Informatika menghampiri saya, selagi beliau berkata “apakah kamu mau beasiswa S2 ?” Sebagai mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, mendengar tawaran tesebut merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak akan datang berkali-kali, maka saya dengan sigap menjawab dengan jawaban yang sedikit diplomatis “Saya pikir dahulu pak”, si dosen pun tidak kalah sigap dengan memberi balasan “Batas berpikirnya sampai akhir bulan Mei “.

Ada banyak kabar gembira yang saya terima minggu itu. Satu diantara kabar gembira yang saya terima tersebut adalah perihal diterimanya saya bekerja disalah satu ISP ternama di tanah Jawa. Namun sayang lamaran pekerjaan tersebut saya tolak dengan beberapa alasan yang susah untuk ditulis. Kabar gembira tentang beasiswa ini, lantas saya sampaikan ke orang tua, sekaligus minta saran dan pendapat. Sayang sekali, seperti kabar gembira lainnya, tak satupun yang direstui orang tua ku.

Ibu dan Bapak dirumah ternyata tidak setuju anaknya mengambil beasiswa dengan embel-embel ada ikatan dinas dengan instansi pemberi beasiswa. Sejujurnya saya terlahir dari keluarga yang kurang mampu beberapa puluh tahun silam. Alhamdulillah berkat kerja keras, Saya bisa menginjakkan kaki ditanah Jawa untuk belajar dibangku kuliah.

Well, tawaran beasiswa S2 ini sudah dua kali menghampiri. Pertama ditawari ke India atau China oleh orang nomor satu di kampus ini, namun sayang, lagi-lagi saya harus terhambat dengan rasa tanggung jawab sebagai anak laki-laki untuk mengurus orang tua, dan adik perempuan ku yang semata wayang. Terlebih sekarang adik ku sedang dalam masa pubertas dan tingkat manjannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, jadi H2C untuk jauh-jauh dari tanah Indonesia.

Well, akhirnya saya berlabuh ke salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, yaitu Universitas Brawijaya, agar sewaktu-waktu ingin pulang ke Lombok bisa dengan cepat berangkat menuju bandara, karena biasanya keluarga dirumah minta  pulang dengan mendadak.

Semoga jenjang pendidikan yang akan saya tempuh sekarang ini bisa berjalan dengan lancar, dan semoga Tuhan memberikan kelancaran dengan segala urusan ku.

Alhamdulillah Ternyata Saya di Terima Kerja

Pekerjaan saya akhir-akhir ini adalah pantengin email seharian, nunggu info lowongan pekerjaan masuk. Terus terang, pengalaman melamar pekerjaan ini adalah kali pertama saya melamar. Kendati sebelumnya saya telah bekerja di beberapa tempat, namun Alhamdulillah disemua tempat tersebut saya tidak melamar tapi diminta(dipanggil) langsung untuk bekerja karena mereka tahu dan paham sejauh mana kemampuan saya.

Baru setengah hari menginjakkan kaki di tanah Malang, telepon berdering dengan nomor lokal yang saat itu saya tidak paham kode area mana. Biasanya, hari-hari sebelumnya saya selalu menerima telepon dari kode area jakarta untuk panggilan wawancara kerja. Singkat cerita saya mendapat panggilan wawancara kerja dari salah satu ISP ternama di Indonesia yang mempunyai cabang di beberapa kota yaitu Malang, Jakarta, Bandung dan Batam. Wawancara akan diadakan besok jam 09:00 di surabaya. Lantas saya bingung hendak menggunakan apa menuju Surabaya? Perkiraan awal sih saya ingin menggunakan sepeda motor, namun akan ribet dengan jalanan surabaya yang padat, terlebih lagi saya tidak paham jalan di Surabaya kendati saya punya iPhone yang sudah dilengkapi dengan teknologi GPS, namun hal itu tidak membuat rasa percaya diri saya meningkat untuk menelusuri jalanan Surabaya dengan sepeda motor. Well, akhirnya saya memutuskan menggunakan jasa travel. Berhubung jam 2 saya harus kembali ke Malang untuk menjalani hal yang sama.

Saya tiba di Surabaya jam 07:36! mungkin orang-orang diperusahaan tersebut bakalan ketawa melihat saya datang jam segitu, sedangkan janji jam 09:00. Sejujurnya saya ingin datang jam 08:30, tapi apa daya sopir Travel yang saya tumpangi ngebut dari Malang sampai Surabaya dan jadwal berangkatnya pun pagi jam 05:00.

Begitu tiba waktu wawancara saya disuguhkan dengan dua lembar soal. Satu lembar berisi pertanyaan yang menurut saya adalah sikologi karena pertanyaan tersebut bertanya tentang keputusan jika dihadapkan dengan beberapa pilihan (Bahasa inggris). Soal yang lain nya adalah soal teknis dari pekerjaan yang lebih banyak berisi pertanyaan seputar Linux. Begitu soal diberikan saya sudah tertarik untuk mengisi lembar teknis, karena sepertinya soalnya tidak asing. Jenis soal teknis tersebut adalah

  1. Apa fungsi perintah CD pada Linux
  2. Sebuatn 5 perintah dasar Linux
  3. Apa fungsi perintah CHMOD, KILL, CAT,

Jika anda seorang pengguna linux mungkin tidak akan asing dengan pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya saya menjawab semua soal tersebut dan bahkan  saya beri perintah lebih yang tidak dicantumkan dalam soal, saking gemesnya sama tuh soal:D.

Semua soal telah terjawab, kini memasuki sesi wawancara. Si pewawancara sepertinya memandang ku dengan sangat tajam! kemudian melontarkan pertanyaan yang saya jawab dengan senyum “Di photonya gemuk, kok aslinya kurus!” saya pun menjawab sambil tersenyum “OH…..mungkin kerjaan Fotographer pak :D”. Tidak ada masalah dengan si pewawancara yang satu ini, karena beliau orang teknis jadi pertanyaanya seputar teknis dan saya suka ditanya, suka pula menjawab. Menurut saya! wawancara dengan bapak tersebut seperti sebuah diskusi, antara apa yang bisa saya lakukan dan sudah pernah lakukan,dan apakah saya bisa melakukan hal tersebut di perusahaan nya atau tidak. Semua jawaban saya lontarkan dengan jujur, sesekali bapak tersebut komentar “Kamu anak yang suka iseng dan penuh motivasi”. Sepertinya sibapak telah mencari tahu terlebih dahulu tentang saya, entah lewat internet atau lewat siapa karena pertanyaan pribadinya sangat mendalam seolah-olah beliau sudah kenal saya. Selama wawancara dengan si bapak tersebut, beliau berkomentar “Kamu anak yang suka iseng dan penuh motivasi” lebih dari 3 kali dalam durasi sekitar 1 jam. Di penghujung wawancara si bapak membisikkan kata-kata yang membuat hati lega ” Kalau wawancara ini hanya sampai saya maka kamu saya terima”

Pengalaman di sesi pertama tersebut membuat saya lebih percaya diri untuk menghadapai wawancara kedua. Ternyata wawancara yang kedua adalah wawancara tentang psikologi karena sipewawancara adalah seorang psikolog. Tidak ada masalah dengan semua pertanyaan dari orang kedua ini, karena tadi sebelum wawancara sembari masuk ruang wawancara si psikolog tersebut sudah bertanya latar belakang saya.

Wawancara selanjutnya dengan orang yang berbeda, berlangsung tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Rasa percaya diri saya sangat tinggi karena motivasi dari sibapak yang mewawancarai tadi. Bagian yang paling menarik adalah sesi terakhir, kebetulan si pewawancara yang tidak lain adalah seorang bos dari perusahaan tersebut bertanya tentang sebuah teknologi yang kira-kira bisa saya buat. Tanpa menunggu dan berpikir panjang saya langsung menyebut “Shell In The Box” karena projek tersebut dulu ingin saya buat menjadi skripsi, namun apa daya judul tersebut ditolak dengan dalih tidak ada yang membimbing dan bersebrangan dengan jurusan yang saya ambil yaitu Sistem Informasi. Karena harus sejalur maka dianjurkan untuk membuat sebuah sistem informasi.😀 Panjang lebar saya jelaskan tentang “Shell In The Box” dan nampaknya si bos penasaran dan sesi wawancara berubah mendadak menjadi sebuah diskusi panjang dan alot. dan disela-sela diskusi saya mendengar sebuah kata yang menurut saya adalah ungkapan keputus asaan yaitu ” Sebagus apapun proyek itu tapi masih harus memikirkan pasar, dan banyak lagi agar jangan sampai rugi”. Sesungguhnya pernyataan ini sudah saya duga dan saya sudah tau harus menjawab apa!. Sebuah komentar yang sangat saya sukai dari Steve Jobs (CEO Apple) ketika dia memperkenalkan komputer Mac kemudian ditanyai oleh wartawan ” Apakah anda melakukan rise pasar terlebih dahulu?” Steve balik bertanya ” Apakah Alexander Graham Bell melakukan riset pasar sebelum membuat telepon ?”. Ya itu adalah jawaban terpintar yang pernah saya dengar, lantas saya begitu berapi-api menjelaskan apa yang hendaknya harus dilakukan sebuah perusahaan dan saya sangat percaya dan meyakini dengan membuat sebuah teknologi yang bermanfaat bagi pengguna maka uang bisa dengan mudah kita dapatkan dan ide untuk mendapatkan uang akan mengalir dengan derasnya.

Singkat cerita karena capek ngetik😀 pekerjaan itu saya tolak karena tidak sesuai antara yang saya dapatkan dengan yang saya berikan menurut hasil estimasi saya. well tulisan ini sedikit berbeda dari judul😛

Akhirnya sekarang saya tidak pernah lagi melamar pekerjaan, Insya Allah akan melanjutkan sebuah projek yang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu yang tinggal menunggu dana turun maka projek tersebut akan launching Insya Allah pada tanggal 02-Mei-2012.

Keputusanmu Harimau mu!

Nampak terasa belum dingin surat keterangan lulus yang baru saja di print, sebagai bekal melamar kerja di perusahaan yang sebidang dengan keahlian serta latar belakang pendidikan yang pernah saya tempuh selama ini.

Seorang adik semata wayang yang begitu saya perjuangkan tiba-tiba bertanya, kapan saya akan pulang kampung. Entah, pertanyaan ini bersipat sementara atau selamanya. Dalam arti sementara adalah pulang kampung sementara waktu kemudian pergi kembali meninggalkan kampung halaman. Jawaban seorang kakak kepada adiknya adalah biasanya berusaha mengobati atau menjawab dengan jawaban yang sekiranya akan menyenangkan hati adiknya. Well saya jawab “segera, mungkin tgl 15-16 maret tunggu saja” walau sejujurnya saya tidak akan pulang pada tanggal tersebut.

Pada tanggal 14 maret 2012 saya mengikuti psikotes di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Namun sayang aral melintang untuk diterima kerja, karena saya tidak ada bekal, bahkan tidak mengerti psikotes itu apa dan yang lebih jelek lagi saya tidak mencari tahu psikotes itu apa!. Akhirnya 3 lembar soal yang diberikan tester tidak saya jawab sama sekali, kendati soal itu sangat mudah bagi saya. Namun saya berpikir itu hanyalah lelucon karena pertanyaan nya sangat menggelitik menurut ku ketika itu.