Alhamdulillah Ternyata Saya di Terima Kerja


Pekerjaan saya akhir-akhir ini adalah pantengin email seharian, nunggu info lowongan pekerjaan masuk. Terus terang, pengalaman melamar pekerjaan ini adalah kali pertama saya melamar. Kendati sebelumnya saya telah bekerja di beberapa tempat, namun Alhamdulillah disemua tempat tersebut saya tidak melamar tapi diminta(dipanggil) langsung untuk bekerja karena mereka tahu dan paham sejauh mana kemampuan saya.

Baru setengah hari menginjakkan kaki di tanah Malang, telepon berdering dengan nomor lokal yang saat itu saya tidak paham kode area mana. Biasanya, hari-hari sebelumnya saya selalu menerima telepon dari kode area jakarta untuk panggilan wawancara kerja. Singkat cerita saya mendapat panggilan wawancara kerja dari salah satu ISP ternama di Indonesia yang mempunyai cabang di beberapa kota yaitu Malang, Jakarta, Bandung dan Batam. Wawancara akan diadakan besok jam 09:00 di surabaya. Lantas saya bingung hendak menggunakan apa menuju Surabaya? Perkiraan awal sih saya ingin menggunakan sepeda motor, namun akan ribet dengan jalanan surabaya yang padat, terlebih lagi saya tidak paham jalan di Surabaya kendati saya punya iPhone yang sudah dilengkapi dengan teknologi GPS, namun hal itu tidak membuat rasa percaya diri saya meningkat untuk menelusuri jalanan Surabaya dengan sepeda motor. Well, akhirnya saya memutuskan menggunakan jasa travel. Berhubung jam 2 saya harus kembali ke Malang untuk menjalani hal yang sama.

Saya tiba di Surabaya jam 07:36! mungkin orang-orang diperusahaan tersebut bakalan ketawa melihat saya datang jam segitu, sedangkan janji jam 09:00. Sejujurnya saya ingin datang jam 08:30, tapi apa daya sopir Travel yang saya tumpangi ngebut dari Malang sampai Surabaya dan jadwal berangkatnya pun pagi jam 05:00.

Begitu tiba waktu wawancara saya disuguhkan dengan dua lembar soal. Satu lembar berisi pertanyaan yang menurut saya adalah sikologi karena pertanyaan tersebut bertanya tentang keputusan jika dihadapkan dengan beberapa pilihan (Bahasa inggris). Soal yang lain nya adalah soal teknis dari pekerjaan yang lebih banyak berisi pertanyaan seputar Linux. Begitu soal diberikan saya sudah tertarik untuk mengisi lembar teknis, karena sepertinya soalnya tidak asing. Jenis soal teknis tersebut adalah

  1. Apa fungsi perintah CD pada Linux
  2. Sebuatn 5 perintah dasar Linux
  3. Apa fungsi perintah CHMOD, KILL, CAT,

Jika anda seorang pengguna linux mungkin tidak akan asing dengan pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya saya menjawab semua soal tersebut dan bahkan  saya beri perintah lebih yang tidak dicantumkan dalam soal, saking gemesnya sama tuh soal:D.

Semua soal telah terjawab, kini memasuki sesi wawancara. Si pewawancara sepertinya memandang ku dengan sangat tajam! kemudian melontarkan pertanyaan yang saya jawab dengan senyum “Di photonya gemuk, kok aslinya kurus!” saya pun menjawab sambil tersenyum “OH…..mungkin kerjaan Fotographer pak :D”. Tidak ada masalah dengan si pewawancara yang satu ini, karena beliau orang teknis jadi pertanyaanya seputar teknis dan saya suka ditanya, suka pula menjawab. Menurut saya! wawancara dengan bapak tersebut seperti sebuah diskusi, antara apa yang bisa saya lakukan dan sudah pernah lakukan,dan apakah saya bisa melakukan hal tersebut di perusahaan nya atau tidak. Semua jawaban saya lontarkan dengan jujur, sesekali bapak tersebut komentar “Kamu anak yang suka iseng dan penuh motivasi”. Sepertinya sibapak telah mencari tahu terlebih dahulu tentang saya, entah lewat internet atau lewat siapa karena pertanyaan pribadinya sangat mendalam seolah-olah beliau sudah kenal saya. Selama wawancara dengan si bapak tersebut, beliau berkomentar “Kamu anak yang suka iseng dan penuh motivasi” lebih dari 3 kali dalam durasi sekitar 1 jam. Di penghujung wawancara si bapak membisikkan kata-kata yang membuat hati lega ” Kalau wawancara ini hanya sampai saya maka kamu saya terima”

Pengalaman di sesi pertama tersebut membuat saya lebih percaya diri untuk menghadapai wawancara kedua. Ternyata wawancara yang kedua adalah wawancara tentang psikologi karena sipewawancara adalah seorang psikolog. Tidak ada masalah dengan semua pertanyaan dari orang kedua ini, karena tadi sebelum wawancara sembari masuk ruang wawancara si psikolog tersebut sudah bertanya latar belakang saya.

Wawancara selanjutnya dengan orang yang berbeda, berlangsung tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Rasa percaya diri saya sangat tinggi karena motivasi dari sibapak yang mewawancarai tadi. Bagian yang paling menarik adalah sesi terakhir, kebetulan si pewawancara yang tidak lain adalah seorang bos dari perusahaan tersebut bertanya tentang sebuah teknologi yang kira-kira bisa saya buat. Tanpa menunggu dan berpikir panjang saya langsung menyebut “Shell In The Box” karena projek tersebut dulu ingin saya buat menjadi skripsi, namun apa daya judul tersebut ditolak dengan dalih tidak ada yang membimbing dan bersebrangan dengan jurusan yang saya ambil yaitu Sistem Informasi. Karena harus sejalur maka dianjurkan untuk membuat sebuah sistem informasi.😀 Panjang lebar saya jelaskan tentang “Shell In The Box” dan nampaknya si bos penasaran dan sesi wawancara berubah mendadak menjadi sebuah diskusi panjang dan alot. dan disela-sela diskusi saya mendengar sebuah kata yang menurut saya adalah ungkapan keputus asaan yaitu ” Sebagus apapun proyek itu tapi masih harus memikirkan pasar, dan banyak lagi agar jangan sampai rugi”. Sesungguhnya pernyataan ini sudah saya duga dan saya sudah tau harus menjawab apa!. Sebuah komentar yang sangat saya sukai dari Steve Jobs (CEO Apple) ketika dia memperkenalkan komputer Mac kemudian ditanyai oleh wartawan ” Apakah anda melakukan rise pasar terlebih dahulu?” Steve balik bertanya ” Apakah Alexander Graham Bell melakukan riset pasar sebelum membuat telepon ?”. Ya itu adalah jawaban terpintar yang pernah saya dengar, lantas saya begitu berapi-api menjelaskan apa yang hendaknya harus dilakukan sebuah perusahaan dan saya sangat percaya dan meyakini dengan membuat sebuah teknologi yang bermanfaat bagi pengguna maka uang bisa dengan mudah kita dapatkan dan ide untuk mendapatkan uang akan mengalir dengan derasnya.

Singkat cerita karena capek ngetik😀 pekerjaan itu saya tolak karena tidak sesuai antara yang saya dapatkan dengan yang saya berikan menurut hasil estimasi saya. well tulisan ini sedikit berbeda dari judul😛

Akhirnya sekarang saya tidak pernah lagi melamar pekerjaan, Insya Allah akan melanjutkan sebuah projek yang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu yang tinggal menunggu dana turun maka projek tersebut akan launching Insya Allah pada tanggal 02-Mei-2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s