Messages From My Father


FatherSiang hari tadi jam 02:10 PM seorang yang sangat berarti dalam hidupq menelpon dengan penuh kesopanan dan sangat halus tata bahasanya, beliaulah seorang ayah yang sangat saya cintai dan sangat saya hormati, andai disuruh milih siapa yang akan jadi orang tuaq, niscaya saya akan tetap memilih beliau meski ada jutaan lelaki tangguh yang penuh pesona mulai dari wibawa dan kaya akan materi namun tetap hati akan memilih beliau, walau andaikan saya bisa memilih antara beliau atau presiden RI saat ini, niscaya saya akan tetap memilih beliau, karena selama ini kasih sayang yang saya terima tidak lah putus, maka pantaslah dalam firman tuhan dijelaskan “murka orang tua adalah murkanya allah” karena memang kasih sayang yang dicurahkan orang tua ke anaknya sangatlah tulus dan tidak ternilai harganya jika dibanding dengan zamrud sekalipun.

Telpon berdering dengan nada yang sangat keras, karena memang nada dari seorang ayah sudah saya atur keras dari nada telpon orang lainnya, karena beliau tidaklah menelpon kecuali beliau membicarakan hal yang penting. Pesan yang sangat membuatq terharu adalah ” Nak bapak sering sakit-sakitan walau usia bapak belum terlalu tua, tapi mungkin karena pekerjaan bapak jadinya seperti orang tua, tolong jaga diri baik-baik dijawa, karena kalau anakq sakit bagaimana jadinya bapak nanti, kalau kehilangan permataq yang sangat berharga

ini merupakan tamparan keras bagiq karena selama ini saya menerapkan hidup yang kurang sehat, walau siang hari fitnes namun malam hari begadang untuk maen Bilyard, yang menghabiskan uang dan menghabiskan kalori yang tidak sehat, tapi semoga renungan singkat ini bisa membuat kepala sedikit berpikir untuk menjaga kesehatan, karena orang tua dirumah tidak pernah berpikir berapa uang yang harus dikirm ke saku saya, dan saya juga tidak pernah berpikir untuk membelanjakan uang dari orang tua, hingga kurang terkontrol, terlebih lagi saya tidak bisa mengontrol uang yang saya hasilkan dipulau jawa ini. Hal yang paling tidak di inginkan beliau adalah ” saya tidak boleh bekerja di pulau jawa, agar kuliah cepat selasai” dan posisi pekerjaan yang saya geluti sekarang ini jelas akan sangat menampar muka lusuhnya beliau, karena dengan bekerja akan membuat beliau merasa terhina sebagai orang tua, karena menganggap diri tidak bisa membiayai anak nya untuk kuliah hingga anak nya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan kuliah, padahal hanya dengan mengirim pesan singkat kerumah, saya bisa mendapatkan apa saja yang saya inginkan dengan nominal uang seanak yg saya sebut, akan langsung ditransfer tanpa menunggu hitungan hari.

Renungan singkat ini semoga bisa menjadi motivasi untuk diri sendiri dan orang lain yang membacanya😀

5 thoughts on “Messages From My Father

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s