Terlentang lalu Telanjang


cukup sudah garis memubujur didepan mata ku

hingga kutak tahu beda antara bukit dan gunung

berderap jalan nampak kerikil kerikil tajam bak sembilu

entah itu bukit atau gunung

—————————————–

cukup sudah garis memubujur didepan mata ku

hingga kutak tahu beda antara bukit dan gunung

berderap jalan nampak kerikil kerikil tajam bak sembilu

entah itu bukit atau gunung

—————————————–

lantas terlentang lalu telanjang…

benar benar takku tahu beda bukit dan gunung

walau garis telah membujur mengukur ketinggian

tapi mata tetap menatap sebuah pijakan

——————————————-

terlentang lalu telanjang

benar-benar kutak tahu beda antara sakit dan perih

kerikil tajam bak sembilu nampak tertawa diujung jurang

entah bukit atau gunung , dari kejauhan sekilas bersih

———————————————

terlentang atau telanjang

kubutuh garis yang tak hanya lurus

mungkin kubutuh garis yang sedikit melengkung

biar yang bujur tak lagi nampak lurus

biar kutahu beda antara bukit dan gunung

3 thoughts on “Terlentang lalu Telanjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s