Kami Bukan Keluarga Na’jis


Dulu ketika keluargaku masih merintih dan menjerit bekerja siang malam tak henti-hentinya. Tidak ada hari libur, dan istirahat hanyalah untuk sholat dan makan saja. Dikala masa itu terjadi dimasa lampau begitu banyak tetangga bahkan keluarga sendiri yang membuat keluarga kami menjadi buah olok-olokan, bahkan menjadi bahan lelucon bagi kalian yang merasa kalau hidup kalian sangatlah mewah dan jauh lebih senang dari kehidupan keluarga kami,,,kalau boleh saya ungkapkan, seakan kalian jijik untuk bersalaman dengan keluarga kami, itu adalah pertanda kalian sangat merendahkan kami sebagai sesama hamba allah yang masih numpang di dunia yang hanya sementara ini. Itulah kenyataan yang kalian lakukan kepada saya.
Sekarang begitu kami menjauh dari kalian dan mencoba membuat usaha yang sama namun dengan cara yang berbeda, yang sekiranya kalian tidak mengetahui kami dimana dan berbuat apa. Sebenarnya kami masih ingin di sekitar kalian, karena di tempat itu adalah peluang yang sangat besar untuk memajukan usaha kami, namun keluarga kami sudah tidak tahan dengan perilaku kalian yang selalu membuat kami menjadi bahan olok-olokan dan seakan kami adalah orang-orang yang na’jis untuk kalian semua.

ketika masa kami sangat sibuk mengurusi usaha yang sedang kami jalani untuk menopang hidup dan demi sesuap nasi yang kami perjuangkan sehari-hari, demi anak cucu kami di kemudian hari😀, dan kalian mencoba mendekati kami entah karena apa dan dengan alasan apa, ketika itu terjadi kami sedang sangat sibuk dan hanya melayani kalian sebentar saja, spontan kalian menyebut kami sebagai orang yang sombong karena sudah sukses lantas melupakan kalian. Kesimpulan yang sangat menarik untuk di amati. Sungguh hati kalian telah dibutakan dengan kekalahan hati yang sangat banyak, seakan-akan kalian menjilat ludah sendiri. Tapi bagaimanapun dulu kalian adalah tetanggaku dan semua yang kalian lakukan diwaktu lampau sudah kami lupakan karena kami sudah tidak ada waktu untuk melayani olok-olokan kalian.

“POSTINGAN INI JANGAN DI KOMEN KARENA CUMAN CACIAN HATI ATAS KEKESALAN DIMASA LALU, ATAS ORANG-ORANG YANG TELAH MENGHINA KELUARGA KAMI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s