Panas Matahari atau Panas Api Neraka


Panas  Matahari atau Panas Neraka

Sebuah kisah yang cukup menggelitik,namun bisa jadi bahan renungan yang
sangat mendalam hingga bisa mencucurkan air mata semalaman….

Seorang perempuan atau laki-laki wajib hukum nya untuk menutup
aurat,karena aurat bagi perempuan lebih luas(baca banyak)  telapak
tangan dan wajah saja yang boleh tampak terlihat,dan beberapa contoh
yang bisa di lihat mungkin bisa melirik ini.

Banyak perempuan yang komplain dengan wajib nya jilbab ini,namun perkara wajib tetaplah wajib,berikut berdasarkan hadist:

Hadis riwayat
Aisyah r.a, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah
dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan
berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai
usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,”
sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan
Baihaqi.

Masih banyak lagi dalil dari Alqur’an tentang jilbab,dianatara nya bisa merujuk ke surat annisa ayat 34,surat Al-a’raf ayat 26 DLL.

Baik,,,,,,, itu review singkat tentang kewajiban menutup aurat.Cerita panas matarahi atau panas api neraka akan saya lanjutkan.

Suatu ketika berjalan 3 orang perempuan beriringan,dua di antaranya
adalah sahabat,dari tiga perempuan ini hanya seorang yang tidak
menggunakan jilbab,walau agama mereka semua adalah sama😀.

Sebut saja nama yang tidak memakai jilbab ini adalah YL,sahabat YL ini
adalah Fulan dan yang satuan lagi kita sebut saja Jilbaber……

Antara YL dan fulan merupakan sahabat yang sangat erat,hingga satu sama
lain saling mengerti dan saling menghormati,walau YL tidak menggunakan
jilbab dan Fulan menggunakan jilbab,mereka tidak saling
menghardik,menggunjing dan segala macam bentuk penghinaan terhadap satu sama lain nya.Fulan awal nya menggunakan jilbab yang biasa saja
(baca:menutupi kepala saja),tapi Fulan banyak bergaul dengan perempuan
yang menggunakan jilbab besar (Baca:Jilbab sesuai Syar’i) hingga pelan-pelan
si Fulan mulai memangjangkan jilbab nya,yang awal nya hanya menutupi
kepala saja,sekarang sudah mulai sampai menutup leher,namun pakaian yang
di gunakan masih tetap sama,dalam artian pakaian yang masih belum
longgar alias masih sedikit mencolokkan lekukan tubuh.Seiring
bergantinya waktu dan sahabat si fulan yang menggunakan jilbab besar
semakin banyak,si Fulan pun sadar akan kondisinya yang masih belum bisa
menutupi aurat nya secara penuh.Berkat hidayah dari Allah SWT si Fulan
mulai melakukan perubahan yang lumayan berbeda dari kondisi sebelum
nya,sekarang si Fulan menggunakan jilbab besar dan berpakaian yang
lumayan longgar hingga memenuhi katagori pakaian Syar’i.

Suatu hari berjalanlah ketiga orang ini,antara YL,Fulan,Jilbaber

Fulan     : Assalamualaikum YL

YL         :Waalaikum salam

Fulan     : Apa kabar YL

YL         :Kabar ku baik-baik saja,kamu gimana kabar nya ? kok g pernah maen ke kostan ku lagi

Fulan     :iya lagi sibuk ini,Insya allah saya maen ke kostan mu selagi sempat

YL           : “Terkejeut melihat baju dan jilbab Fulan,Kerudung Hitam yang panjang dan baju lebih besar dari biasanya

kayak nya kamu
beda sekali sekarang

Fulan     :Ach masak,perasaan biasa saja dech

YL         :Ech kamu apa tidak kepanasan pakai Jilbab hitam dan panjang begitu ???

Fulan     : “Terdiam,sambil memikirkan perkataan YL” Hmm……Hmmm…….

YL         : tiap hari pakai pakaian
seperti itu di terik mentari seperti ini,uch……panas bangetz….

Jilbaber  : “melihat kondisi Fulan yang kebingunan”

Fulan     : Hm…….Hmm…….

Jilbaber  : Tidak akan merasa panas kok mba,karena api neraka jauh lebih panas dari terik matahari ini

Fulan     : “Tersipu mendengar jawaban sahabat jilbaber nya”

YL         : “Muka merah,merasa malu mendengar jawaban jilbaber,tampak menyesal telah bertanya begitu”

Jilbaber : mending panas terik matahari daripada panas api neraka yang membakar kulit kita

Seketika itu juga suasana jadi kaku diantara
ketiga perempuan yang sedang berjalan pulang dari kuliah tersebut.Fulan
sebenar nya mengetahui jawaban itu,namun dia merasa tidak enak menjawab
dengan jawaban seperti itu,karena dengan jawaban itu akan membuat si YL
malu,dan si Jilbaber pun sudah mengetahui jawaban itu akan menyindir si
YL,namun si Jilbaber tetap mengeluarkan jawaban itu,karena melihat si
Fulan tidak bisa menjawab dan terlalu lama memikirkan jawaban yang pas
untuk si YL agar tidak menyinggung hati sahabat nya YL.Jawaban itu membuat ketiganya merenung akan perkara balasan Allah nanti di akherat
atas apa yang kita perbuat di dunia ini.

Semoga saya dan pembaca sekalian selalu terpelihara Iman
kita,senantiasa takut akan Azab Allah dan senantiasa melaksanakan
kewajiban dari perintah Allah

5 thoughts on “Panas Matahari atau Panas Api Neraka

  1. hasan mustopa says:

    aku sering merenung dan bertafakur tentang panas matahari ataupun panasnya api..jangankan panas, andaikata neraka itupun rasanya dingin di bawah nol derajat celcius, tentu mahluk penghuni neraka tidak akan mampu untuk merasakannya..ya tuhan..ampunilah dosa2 kami..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s