Saudara Muslim ku Part1


Saudara Muslim ku

Ini cerita tentang saudara muslim ku yang kini tinggal bersama dengan
ku satu kontrakan,dan dia adalah sosok seorang yang sangat
bersahaja,pada awal nya saya jarang berbicara dengan saudara muslim ku
ini,karena cerita berbeda yang telah dia dapat dari teman kontrakan
yang selalu menebar fitnah,hingga dia pun sedikit malu untuk berbicara
dengan ku ketika itu……..

Saat malam menjelang di rumah tua, sedikit hening terasa dalam rumah
tua yang kami tinggali itu,duk duk duk….. suara hentakan kaki yang
berjalan,yang ku dengar dari sela-sela tidur di waktu yang sangat tidak
di anjurkan untuk tidur di waktu itu,tapi ini menurut mitos orang
lombok yang nota bene berkesimpulan,banyak setan yang berkeliaran
ketika jam itu.Kembali ke cerita saudara muslim ku.Suara hentakan kaki
yang ku dengar itu sedikit terburu-buru hingga membuat ku sedikit
bertanya “Siapakah yang berlari kecil di waktu magrib seperti ini”
pintu kamar ku pun saya buka,dan coba tebak siapa yang berlari kecil
itu ?

Jawab: Ternyata saudara muslim ku yang berlari,namun karena saya dan
dia jarang berbicara,maka dia pun hanya diam saja,saya pun ikut terdiam
sembari memandang nya.Ternyata dia baru balik dari kamar mandi untuk
mandi,karena waktu maghrib sudah datang,maka saya pun segera mengambil
air wudhu untuk melakukan sholat magrib,saudara muslim ku pun keluar
dari kamar nya setelah berpakaian rapi dan mengambil air wudhu setelah
saya wudhu,saat itu pun kami masih enggan untuk berbicara.

Suatu ketika dia datang menghampiri untuk mengingatkan saya sholat
magrib karena waktu magrib sebentar lagi habis dan kesempatan untuk
sholat tinggal sedikit,saya pun mendengarkan kata anak itu dengan
menyahutnya dengan ucapan terimaksih semeton (baca:saudara).

Sejak saat itu saudara muslim ku sering datang ke kamar ku untuk
bertanya tentang mata kuliah yang sedang dia hadapi,tapi dia lebih
sering bertanya tentang masalah agama pada ku,yang di karenakan dia
melihat saya setiap hari membaca buku tanpa keluar jalan-jalan layak
nya anak muda jaman sekarang,atau seperti teman di sebelah kamarku yang
dimana bila sore menjelang maka dia akan sibuk untuk mencari tujuan
jalan-jalan atau hunting cewek untuk di pacari.

Sungguh saya rada malas untuk banyak omong dengan saudara muslim ku
ini,tidak lain di karenakan saya berpikir kalau teman sebelah kamar ku
ini memfitnah saya ke saudara muslim ku ini,karena itu berdasarkan
pengalaman sebelum nya juga dia sering memfitnah saya hingga tempat nya
di fitnah saya tahu kebenaran yang sebenar nya terjadi,barulah dia
sadar kalau teman sebelah kamar ku itu memang ngomong ngelantur dan
sering berbohong :d

kembali ke saudara muslim ku………

Ketika suasana percakapan sudah sedikit akrab hingga dia sepertinya
tidak malu lagi untuk berbicara dengan saya,karena kami merasakan iman
yang sama,darah tetesan suku Sasak Lombok Tengah mengalir deras di
pembuluh darah kami dan itu membuat suasana makin akrab tanpa ada rasa
iri,dengki dan sebagaianya…..Ku mulailah pertanyaan dengan bertanya!
Apa yang di ceritakan teman sebelah kamar ku kepadamu tentang diriku
?.Saudara muslim ku menjawab dengan nada sedikit berat tapi dia tetap
menjawab walau ku tahu jawabanya telah di saring oleh nya untuk menjaga
perasaan ku ketika itu,dia menjawab “dia cerita tentang kamu aja g
banyak kok,cuman dikit aja dia cerita” OCh begitukah jawab ku!!!

Terlihat saudara muslim ku tidak berani mengeluarkan yang sebenar
nya,namuns tetap saya maklumi pendirian nya yang enggan untuk
cerita,dan saya tahu pasti alasanya kenapa dia tidak mau cerita
Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s