Kelompok Al-Shaabab Serukan Untuk Pelihara Janggut dan Mencukur Kumis


Kelompok Islam al-Shabaab pada hari Sabtu kemarin (19/12) telah memerintahkan masyarakat untuk memanjangkan jenggot, mencukur kumis dan memakai celana di atas mata kaki.

Untuk pertama kalinya di wilayah Tanduk Afrika di negara yang tanpa hukum negara, kelompok Islam menganjurkan hukum Syariat Islam memfokuskan diri pada penampilan fisik laki-laki yang sebelumnya mereka telah memerintahkan kepada para wanita untuk menutup seluruh tubuh dengan hijab yang sempurna.

“Dalam rangka untuk menjamin pelaksanaan secara totalitas hukum Syari’ah Islam di kawasan ini, kami menyerukan kepada semua orang untuk menumbuhkan/memelihara janggut dan mencukur kumis,” kata Syekh Ibrahim dari kelompok Al-Shabaab kepada wartawan di Kismaio.

“Siapa saja ditemukan mengabaikan aturan atau melanggar akan dihukum dengan hukuman yang setimpal.”

Dia mengatakan perintah tersebut akan dilaksanakan dalam tiga hari di kota pelabuhan Kismaio.

“Masyarakat mulai berlatih sedikit demi sedikit menerapkan Syari’ah setelah kelompok Al-Shabaab memerintahkan dengan aturan baru, setiap orang dewasa mulai memelihara janggut untuk menghindari hukuman”, kata Mohamed Sakiin, seorang penduduk kepada AFP melalui telepon.

“Anda harus melihat mereka melakukan hal itu karena mereka tidak mau tertimpa kesulitan ataupun terkena sangsi”, kata saksi lain, berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya.

Kelompok Al-Shaabab, yang oleh Washington dikatakan sebagai bagian dari proxy al-Qaidah, telah melarang ringtones musik, menari di pesta pernikahan dan bermain atau menonton sepakbola.

Shabaab telah melakukan eksekusi terhadap orang yang berzina untuk menegakkan hukum-hukum Islam, terutama di kota pelabuhan Kismayo.

Shabaab juga memerintahkan orang untuk memakai celana di atas mata kaki. “Masyarakat memiliki waktu 15 hari untuk mengikuti perintah itu,” kata salah seorang warga.

Kelompok Al-Shaabab berjuang melawan pemerintahan Presiden Sheikh Sharif Ahmed untuk mengontrol Mogadishu.

Somalia memiliki pemerintah pusat yang tidak berfungsi – sejak 1991. Pemerintahan transisi mengontrol sedikit wilayah dari kota Mogadishu.

Eramuslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s