Curhat, Pintu Gerbang Perselingkuhan


Curhat, Pintu Gerbang Perselingkuhan
selingkuh
Satu dari empat warga Belanda pernah berselingkuh, demikian tulis majalah gaya hidup Cosmopolitan. Perempuan berselingkuh juga terkait fenomena kesetaraan gender

Hidayatullah.com–Tahun 2009 makin banyak perempuan Belanda mengakui pernah berselingkuh. Dulu perempuan meluangkan banyak waktu di rumah, kini mereka lebih sering bepergian dan keluar rumah.

Peningkatan jumlah perempuan berselingkuh juga terkait fenomena kesetaraan gender sehingga perempuan lebih memiliki rasa percaya diri, ujar Irna Minauli, psikolog pada Universitas Medan Area.

Perlu diketahui juga, bentuk perselingkuhan antara laki-laki dengan perempuan berbeda. Pada perempuan seringkali diawali perselingkuhan emosional. Sementara laki-laki lebih mengarah ke fisik.

Emosional

“Biasanya perempuan lebih ingin menemukan seseorang yang mau mendengarkan dia. Mungkin itu dia tidak dapatkan dari pasangannya. Karena itu dia biasanya mencoba mencari figur lain. Tanpa disadari, laki-laki yang dijadikan tempat mencurahkan perasaan hati itu, biasanya adalah laki-laki yang memenuhi kriteria si perempuan sebagai pasangan.”

Seringkali tempat curhat itu seorang figur yang bisa memenuhi sebagian impian perempuan sebagai laki-laki.

Curhat

Sebagai contoh Irna Minauli menyebut kasus seorang perempuan yang tidak mendapatkan pasangan romantis. Bertemulah dia dengan laki-laki lain romantis. Nah, kepada laki-laki itulah si perempuan akan mencurahkan perasaan hati.

“Ketika kita memilih pada siapa kita mau curhat, itu juga sudah terjadi seleksi alam pada diri kita. Secara emosional kita juga akan memilih orang yang memenuhi kriteria kita dan orang yang kita sukai, karena tidak mungkin kita berbagi perasaan kita dengan orang yang tidak kita sukai.”

Fisik

Menurut Irna Minauli, curhat atau berbagi perasaan dengan orang lain, terutama dengan lawan jenis, seringkali bisa menjadi pintu gerbang menuju perselingkuhan.

“Mungkin pada awalnya mereka hanya berbagi perasaan, cerita-cerita. Kemudian timbul keterikatan di antara mereka secara emosional. Sebagai dua orang makhluk dewasa, tentu saja keterikatan emosional ini bisa beralih menjadi keterikatan secara fisik. Hampir tidak bisa dihindari kontak fisik ketika dua orang dewasa melakukan pertemuan.”

Jadi ketika berbagi perasaan dengan seseorang, apalagi dengan lawan jenis, itu secara psikologis sudah menanamkan rasa percaya pada dia. Kemudian tanpa disadari seringkali terjadi pemindahan emosi dari satu orang ke orang lain. Itu bisa menjadi awal terjadinya perselingkuhan.

Makin negatif

Ketika sudah mendapatkan teman enak diajak curhat, perasaan senang si perempuan kepada orang tersebut semakin bertambah, karena merasa teman curhat itu mau mendengarkan.

“Pada saat yang sama emosi negatif akan muncul kepada pasangan kita sendiri, pada suami misalnya. Karena pada waktu kita curhat, itu berarti kita menceritakan sisi negatif dari pasangan kita. Jadi kita cenderung menceritakan hal-hal jelek tentang pasangan kita.”

Akhirnya pandangan tentang pasangan asli makin negatif. Sementara pandangan terhadap teman curhat semakin positif. [rnwl/www.hidayatullah.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s