Pelarangan Jilbab di SMKN 1 Komodo


Sebagai seorang muslimah yang taat pada ajaran agamanya, tentu menutup aurat dengan memakai jilbab adalah sebuah kewajiban. Namun ternyata pelanggaran terhadap UUD 1945 pasal 29 tentang kebebasan menjalankan agama seperti kembali terjadi di SMKN 1 Komodo Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat,Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tersebut berawal dari pernyataan Florensius Sudirman Kepala sekolah SMKN 1 Komodo Labuan Bajo kepada salah seorang siswa Muslimah tentang tidak diperbolehkannya memakai jilbab pada saat proses belajar mengajar dengan alasan untuk keseragaman pakaian sekolah dan syarat untuk mengikuti Mata Pelajaran kebudayaan daerah.

Pernyataan yang tidak masuk akal itu juga disampaikan oleh Sipri guru mata pelajaran olahraga yang mengharuskan siswa muslimah untuk melepaskan symbol keagamaan (jilbab) ketika pelajaran olahraga berlangsung, karena dapat menggagnggu keleluasaan siswa dalam beraktifitas. Pernyataan tak mendasar itu di benarkan oleh Roslana Guru Agama Islam pada SMKN 1 Komodo. Akibat dari pernyataan tersebut,keberadaan siswa muslimah di SMKN 1 Komodo Labuan Bajo di kucilkan dari pergaulan di mata para guru-guru yang beragama Kristen dan teman-temannya.

Ancaman pun berdatangan dari berbagai pihak, sebuah tindakan yang nyata-nyata melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Muslimah yang minoritas di SMKN 1 Komodo Labuan Bajo. Peraturan dan tata tertib yang mendeskriditkan pun di keluarkan. Jika siswa Muslimah mematuhi peraturan dan tata tertib tersebut, konsekuensinya akan dikeluarkan dari sekolah atau di pindahkan. Bukankah ini di kategorikan sebagai pelanggaran terhadap undang-undang sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dan pelecehan terhadap HAM ?

Ya Allah, kuatkan iman dan istiqomahkan ikhtiar dari saudara/saudari kami yang tengah menghadapi tantangan dan coba an dalam menegakkan syariat-Mu.

Sumardi, S.Pd, Ketua Yayasan al-Amin Watu Lendo Siru, Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat – NTT. (HP. 085253658406)


*Kutipan dari EraMuslim.com*

7 thoughts on “Pelarangan Jilbab di SMKN 1 Komodo

  1. vendy bier [pela daleng] says:

    keseragaman pkayan sih iya…pak guru,tpikn itu sekolah negeri lain klo itu swsta.n itupun klo sekolh swasta yg mayoritas muridnx kristen bru di di berlkukn hal spt itu klo emg mjd suatu persyaratn.trus knsekwensi di keluarkn dri seklah itu bkn aturan yg berlaku pak.msh solusi lain kok,bknkh indonesia hdup dgn beranekaragaman agama?lgipula Mabar jg bnyak muslim yg asli manggarai kok,aplg Lembor…

  2. asalam mualaikum bayangkan orang2 yang dipaksa pakai jilbab,atau kopiah di gedung mpr&dpr (hanya karena mengikuti mayoritas).
    fanatisme orang2 islam yang tidak berpendidikan justru telah membunuh kebebasan beragama dinegara kita.
    lihat saja orang islam punya uang sedikit naik haji, tidak punya uang jual tanah dan naik haji, jadi haji cari istri baru…
    agama lain punya uang sekolahkan anaknya setinggi mungkin sejauh mungkin(keluar negri). nah empat sampai lima generasi seperti ini apa yang terjadi?apalagi kalo bukan kesenjangan sosial, kelompok yang berpendidikan dan kaya….dan kelompok fanatik, tidak berpendidikan dan miskin…sekarang yang salah siapa?atau kebudayaan memperkaya orang arab yang salah?hitung berapa jumlah orang yang naik haji?hitung berapa biayanya…anda akan terkejut melihat berapa uang yang dibuang negara ini untuk memperkaya arab!!
    ambil 10orang terkaya indonesia?ada yang orang indonesia?kalo ngak chinesse?apalagi muslim?orang muslim baru masuk 30besar dr berapa juta manusia di indonesia?semua hanya karena mementingkan pendidikan agama diatas pendidikan resmi….lebih marah kalau anaknya ngak bisa sholat daripada kalo anaknya dapat raport jelek di sekolah…
    saya hanya seorang yang prihatin terhadap kebodohan bangsa kita, bangsa yang diam selagi diperkosa (freeport oleh america, malaysia pulau2kita,timor2 aurtralia)..kita diperkosa international dan kita diam dan tersenyum…satu2nya yang mendapat untung adalah pejabat2 kita, biaya admin negara yang mendapat sponsor dari luar negri…busuk,terpuruk di negara terkaya dunia….hanya karena kita memilih memperkaya orang arab daripada memberi anak kita pendidikan yang tinggi…skolah di sekolah terbaik…dan menjadi yang terbaik….sehingga bangsa kita tidak menjadi bangsa yang bodooooh….wasalam

    • Menilik dari jawaban anda diatas, maka saya mengambil kesimpulan dari anda adalah seoarang yang buta hurup dan sangat bodoh, karena anda asal bunyi, bukan karena saya bergama islam or etnis yang masih rumpun islam or apalah yang menurut anda masih kental dengan suasana agama! tapi coba perhatikan jawaban anda dari bait perbait,,,, anda tampak bagai orang yang tidak lulus SD atau sekolah dasar,,,,, walau gaya tulisan anda mencerminkan sedikit intelek bagi orang yang awam,,, tapi maap saya bukan tidak menelaah setiap bahasa anda, dan itu tercermin kalau anda orang yang sangat lemah atas argument yang anda ajukan diatas,,,,”STUPID DON’T TO MUCH TALK…..” “READ THE FUCKING MANUAL OF YOUR LIVE”

    • mayor jafar says:

      lo punya otak gak sih? emang lo bakal kekal di dunia? sebelom lo bacot lo mesti paham dulu kenapa orang islam naek haji..
      jangan asal nyeletuk, gw sebagai umat islam kesinggung nih, umat islam mau naek haji 100x juga bukan urusan lo, emang anak lo sekarang udah bener & sukses?
      sekali lagi jaga mulut lo..

  3. Pemaaf says:

    DPR RI
    Saya salut dengan kebodohan anda, dari tulisan anda saya sudah jelas agama anda apa, inilah salah satu korbannya agamanya paulus, dengan setoran uang tebus dosa, membuat paulus bergelimangan harta dan kasihan dari zaman dulu hingga sekarang, banyak sekali biarawati diperkosa dan bocah kecil disodomi,..ini bukan bohong,..lihat saja berita2 eropa dan amerika,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s