Bayang-bayang Perasaan Murtad


Sebagai manusia saya tidak lepas dari kesalahan…tapi kadang saya merasa selalu takut bila kesalahan saya tersebut dapat mengakibatkan keluarnya saya dari ke Islaman saya. Perasaan ini selalu saja menghantui, rasa was-was yang amat sangat…seolah apapun yang saya lakukan berbuntut pada kalimat MURTAD!!!

Selama 15 tahun ini hampir semua was-was telah saya alami. Dari masalah bersuci, Ibadah Sholat, puasa, harta, dan lain-lain… tapi ketika sekarang…saya mau menikah hal ini nmenjadi semakin sangat parah…kadang saya terserang panic attack atau rasa takut yang amat sangat. Inilah sekarang rasa was-was itu…Ialah saya selalu dihantui rasa MURTAD.

1. adakah amalan atau bacaan yang ketika saya baca atau saya amalkan akan tetap menjaga saya tetap Islam?

2. setiap langkah saya selalu saja dirundung serba salah, seraya ada yang membisiki…bagaimana menghilangkannya?

3. saya pernah meyakini atau entah itu bisikan atau bukan…misalnya….saya pernah meyakini “ah menguap kan tidak apa-apa. Apakah saya menjadi murtad akan hal ini?

4. Dosa saya sangat banyak tapi tidak selalu saya dapat ingat…apakah ada perbuatan saya yang dapat membatalkan syahadat saya. Sebaiknya apa yang saya lakukan?

sebelum dan sesudah saya ucapkan terima kasih.

FULAN

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Semoga Allah Yang Maha Mulia segera memberikan kesembuhan kepada anda, melapangkan dada anda, menyinar hati anda dan memberikan karunia-Nya kepada anda berupa kesenangan dan ketenangan. Sesungguhnya Allah swt menyayangi hamba-hamba-Nya dan telah mensyariatkan agama yang gampang dan mudah serta sesuai dengan mereka.

Setan yang hina dan terkutuk senantiasa berusaha keras untuk menyempitkan manusia, memasukkan berbagai kesempitan dan kesusahan dengan membisikkan perasaan was-was sehingga menjadi suatu penyakit yang diidap oleh orang itu. Perasaan was-was itu terkadang datang dalam bentuk perbuatan-perbuatan atau fikiran-fikiran yang membelenggunya, mendorongnya untuk selalu mengulang-ulangnya. Apabila dirinya tidak mengulangi suatu perbuatannya maka ia akan membebani fikirannya sehingga membuatnya stress, merasa sempit, merasa bahwa perbuatan yang dilakukannya tidaklah benar. Perasaan stress ini tidaklah hilang hingga dirinya mengulang-ulang perbuatan yang membebani fikirannya itu. Terkadang dirinya mengulang-ulang suatu perbuatan hingga kehilangan momentum dari tujuan perbuatan itu, seperti : mengulang-ulang wudhu berkali-kali sehingga kehilangan waktu shalat, hidup dengan perasaan yang sempit dan terkungkung hingga bisa jadi ia akan meninggalkan seluruh aktivitasnya, sesungguhnya inilah yang menjadi tujuan setan melalui bisikan-bisikan waswasnya.

Untuk mengatasi perasaan was-was tersebut maka anda perlu melakukan hal-hal berikut :

1. Kembali kepada Allah swt dengan shidiq dan ikhlas agar Allah menghilangkan penyakit tersebut dari diri anda. Berdoalah kepada Allah swt, berdialoglah dengan-Nya dan percayalah kepada-Nya bahwa Dia swt yang mampu melepaskan penderitaan dan menghilangkan kesempitan anda.

2. Memperbanyak tilawah Al Qur’an dan senantiasa menjaga dzikir-dzikir anda terlebih lagi dzikir-dzikir pagi dan petang, ketika hendak tidur dan bangun darinya, masuk dan keluar dari rumah, membaca basmalah ketika mau makan dan membaca hamdalah ketika selesainya dan dzikir-dzikir lainnya. Anda bisa membeli buku tentang “Dzikir-dzikir” karya Imam Nawawi.

3. Berlindung kepada Allah swt dari perbuatan setan yang terkutuk dan berpalinglah dari langkah-langkah busuknya yang ada didalam bisikan-bisikan was-wasnya. Ini adalah obat yang paling mujarab untuk menghilangkan perasaan was-was. Sebagian orang-orang shaleh yang terhinggapi perasaan was-was ini, apabila setan memunculkan perasaan was-was didalam dirinya sehingga dia merasa wudhunya tidak sah atau terhadap shalatnya maka dia mengatakan,”Aku tidak akan menerima perasaan itu darimu (setan) sebelum kamu mendatangkan kepadaku dua orang saksi yang adil terhadap apa yang kamu katakan.”

Maka obat yang paling ampuh untuk menghilangkan was-was ini adalah berpaling dari setan dan tidak membenarkannya. Seandainya dia membisikkan perasaan was-was kepada anda bahwa wudhu anda batal maka janganlah anda hiraukan.. disebutkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim didalam shahihnya dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Setan mendatangi salah seorang dari kalian lalu dia berkata,’Siapa yang menciptakan ini dan itu?’ hingga setan berkata kepadanya,’Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ dan jika hal itu menghinggapimu maka berlindunglah kepada Allah dan berpalinglah darinya.”

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya setan memiliki lammah (bisikan was-was) terhadap anak Adam dan malaikat juga memiliki lammah (ilham). Adapun lammah setan itu menjanjikan keburukan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan lammah malaikat itu menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran dan barangsiapa yang mendapatinya maka ketahuilah bahwa itu berasal dari Allah swt dan hendaknya dirinya memuji Allah. Barangsiapa yang mendapati selainnya maka berindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.’ Lalu beliau membaca :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء

Artinya : “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al Baqoroh : 268)

Imam Muslim meriwayatkan dari Utsman bin Abi al ‘Ash berkata,”Wahai Rasulullah sesungguhnya setan telah menghalangi (kelezatan) antara diriku dengan shalatku sehingga bacaanku menjadi kacau.’ Lalu Rasulullah saw bersabda,’Apabila engkau merasakan hal demikian maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.’ Dia berkata,’Akupun melakukan perintah itu sehingga Allah menghilangkan perasaan itu dariku.’

Nabi saw mengarahkan setiap orang yang terhinggapi perasaan was-was ini agar berpaling dari bahaya setan itu, kembali kepada Allah dalam menghilangkannya, melawan penguasaannya, janganlah anda menganggap bahwa solusi perasaan was-was adalah dengan melakukan suatu perbuatan dengan berulang-ulang akan tetapi hendaklah berpegang kepada asalnya, seperti : berpegang bahwa anda tetap dalam keadaan bersuci tidaklah bisa dihilangkan kecuali dengan keyakinan. Dan para ulama telah menetapkan bahwa sesuatu yang diyakini tidaklah bisa dihilangkan dengan keraguan.

Ibnu Hajar al Haitsamiy pernah ditanya tentang obat penyakit was-was? Dia menjawab,”Obatnya adalah berpaling darinya secara keseluruhan. Seandainya terdapat keragu-raguan didalam jiwa maka dengan tidak menghiraukannya pasti perasaan itu tidak akan kokoh dan akan hilang dalam waktu yang tidak lama sebagaimana pernah dicoba oleh orang-orang yang telah mendapatkan taufiq. Adapun siapa saja yang mendengarkan bisikan itu lalu melakukan tuntutannya maka perasaan itu akan terus bertambah hingga bisa membuatnya stress sebagaimana kami saksikan hal itu di banyak orang-orang yang telah dihinggapi perasaan itu dan mendengarkannya dan mengikuti setan.. didalam ash shahihain disebutkan bahwa orang yang ditimpa perasaan was-was maka dia berlindung kepada Allah dan berpaling darinya.”

Dan diantara solusi dari perasaan was-was adalah bergaul dengan orang-orang shaleh, menghadiri majelis-majelis ilmu, menghindari bergaul dengan orang-orang yang memiliki perangai buruk, tidak menyendiri atau menjauhi manusia. Diantara solusinya pula adalah meminta nasehat dan arahan dari orang-orang yang berilmu. (www. Islamweb.net)

Adapun apakah perasaan was-was didalam diri anda menjadikan anda murtad ? Maka sesungguhnya bisikan-bisikan tersebut dilakukan oleh setan yang terkutuk sementara anda tidaklah memiliki kemampuan untuk meniadakannya akan tetapi yang diminta atau dituntut dari anda adalah tidak mendengarkannya apalagi melakukannya, anda harus berpaling darinya dan mencegah penguasaannya terhadap diri anda. Sesungguhnya diantara rahmat Allah swt kepada manusia adalah memaafkan segala bisikan yang ada didalam jiwa manusia sebelum bisikan itu diwujudkan dalam suatu perbuatan atau perkataan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah swt memaafkan umatku terhadap pembicaraan didalam jiwanya selama mereka belum mengatakan atau mengamalkannya.”

Adapun was-was didalam jiwa yang berkaitan dengan berbagai permasalahan akidah dan dibicarakan didalam jiwanya, menganggapnya besar karena takut terucapkan dengan lisan apalagi sampai diyakini maka sesungguhnya itu adalah bukti kesempurnaan keimanan. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata,”Beberapa orang sahabat mendatangi Nabi saw dan bertanya kepadanya,’Sesungguhnya kami mendapati sesuatu didalam jiwa kami yang setiap kami menganggap hal itu besar bila diucapkan?’ beliau saw menjawab,’Sungguh kalian telah menemukannya?’ mereka berkata,’Ya.’ Beliau saw berkata,’Itulah kesempurnaan iman.” (HR. Muslim)

Jadi selama bisikan-bisikan atau perasaan-perasaan was-was didalam diri anda yang berkaitan dengan perkara-perkara akidah (keimanan), seperti : siapa yang menciptakan Allah? tidak anda ucapkan apalagi menjadi suatu keyakinan bagi anda bahwa ada yang menciptakan Allah—Maha Suci Allah dari perkataan seperti ini—maka tidaklah menjadikan anda murtad bahkan keimanan anda akan semakin sempurna dan cukuplah bagi anda terhadap bisikan-bisikan atau perasaan-perasaan was-was yang seperti itu dengan mengatakan,”Aku beriman kepada Allah swt”.

Hal itu sebagaimana diajarkan Rasulullah saw didalam sabdanya,”Manusia akan senantiasa saling bertanya-tanya sehinga dia ditanya dengan pertanyaan ini,’Allah menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah? maka barangsiapa yang mendapati hal demikian sedikit saja cukuplah dia mengatakan,’Aku beriman kepada Allah.” (HR. Muslim)

Wallahu A’lam

Sumber Eramuslim Selasa, 24/11/2009 11:16 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s