Menari Suram Di Ujung Jurang


Benih Yang Ku Tabur

Telah ku tanam benih di ladang gersang nan tandus,ku pupuk setiap hari,agar nantinya berbuah mekar hingga bermanpaat bagi sang empunya,bermanpaat bagi sekitar nya dan bermanpaat pula untuk diri nya sendiri,karena dengan bisa di manpaatkan orang lain,merupakan suatu anugrah termulia yang di berikan tuhan,,,,,,,,,,
Indah ku tatap dalam trawangan malam,manis ku lihat dalam teropong mentari,dan di pagi hari selalu menari indah,mengiringi desiran angin yang berhembus dari arah selatan,seolah angin berbisik dengan desiran gelombang yang telah rancu dengan pancaran tower-tower provider berbagai macam merek,walau begitu,desir angin tetep sempurna menyampaikan pesan,”selamat pagi sayang” walau sebelum nya harus bersaing,berjuang untuk menyampaikan pesan itu,karena pesaing jauh lebih tangguh,tp kuasa nya dia,angin yang sahaja tetap dapat menyampaikan pesan
Tanaman ku berdiri tegar di atas tanah gersang,tak satu yang membuatnya rebah,tak satu yang membuatnya lemah,karena pupuk setiap hari ku taburi,dan sesekali di tambahi,pupuk kompos yang di percaya menambah kekar akar-akarnya,hingga tegap sudah semuanya,dan tangkas pula badanya,seraya reranting mengingatkan untuk mengingat tuhan,karena tidak lain tugas semua ini adalah untuk bertasbih kepada allah,,,,,,gagah sudah pohon tanaman ku,sudah bertasbih mengingat tuhan,,,,,,
Semoga pohonku tetap seperti ini,atau bahkan lebih meningkat munajad nya ke Allah😀
Berbuah sudah kini pohon tanaman ku di negeri gersang nan tandus,hingga akhirnya tinggal ku menghitung bulan untuk memetiknya,menikmati lezatnya,di kala malam dan di kala siang dan dikala saat yang ku inginkan😀,,,,
Semasa sebelum panen,di terpalah pohon tanaman ku dengan dengan hama yang sungguh berhawa mahluk yang tangguhkan kematian nya sampai akhir zaman,,,hingga pohonku layu,dan tak lagi bertasbih pada tuhan,,hingga ku tak tahu harus mengobatinya dengan apa….😀

Rontaku tak sanggup memohon belas pada hama yang sungguh itu adalah mahluk yang tangguhkan kematian nya sampai akhir zaman “yang telah di tangguhkan kematianya sampai akhir zaman”
Hingga kalimattullah ku titipkan tepat pada jantungnya lewat perantara pohon tanaman ku…………….
Hingga berlarian dan tak muncul lagi,namun pohonku masih tetap layu,hingga ku usahakan pupuk lagi,agar nantinya bisa ku petik hasil panen yang bagus…………..
Namun sayang sekali pohonku sudah tidak ingat pada empunya yang sebelum nya memupuk dia,karena telah termakan bujuk rayu mahluk yang di tangguhkan kematianya sampai akhir zaman,
Hingga ku geram,namun sungguh itu dilarang di ajaranku,selain geramku karena tuhanku yang maha agung,hingga ku memvonis mati,tp sungguh itu pun terlarang,maka semua ku urungkan,dan bertaubat atas semuanya,karena sesungguhnya tuhan selalu membuka pintu taubat untuk setiap hamba nya yang mau bertaubat😀
Bergembiralah “mahluk yang tangguhkan kematian nya sampai akhir zaman” dengan bala pasukan nya,hingga pohonku ikut gembira,seraya menitipkan pesan angin yang sekiranya akan membuat empunya meluluh lantah dan mati dalam penantian angan sepanjang umur yang tak di kekang ……….:D
Petiklah aku ketika aku sudah matang nanti.”
Tak kuasa lagi ku meronta,tak sanggup lagi ku merintih,karena jalan suram di depanku telah menganga lebar,dan semoga tuhan mengampuni semua mahluk ciptaan nya, termasuk aku yang hina ini…..hingga jalan suram menjadi jalan yang terang,sesuai garis lurus yang di amanatkan raja ku waktu dulu
Kini hanyalah kalimat tuhan yang mampu ku ucap,hanya air yang mampu ku minum,dan hanya angin yang ku hirup,dan semoga jatah angin masih di berikan padaku,,karena air merah selalu keluar dari jalan yang tidak seharusnya dia keluar,dan semoga angin tidak cemburu dengan air merah itu,,,,,
Selamat menempuh jalan mu pohonku yang selamanya,ku sayang,yang selamanya ku rindu,dalam penantian kelam tanpa batas,penantian suram yang tak jelas
SEMOGA TUHAN MENUNJUKKAN JALAN TERANG UNTUK MU
Dan disini ku hanya menghitung hari,dan mengemis pada tuhan semoga angin masih baik hati hingga oksigen mampu ku hirup’’’’’’’dan dunia mampu ku tatap
Sampai dia akan menjemput,hingga ku sambut dengan senyum,karena sungguh yang ku hadap adalah dia yang maha tegap,lagi maha melenyapkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s